Pentingnya Database Pelanggan

Banyak yang tidak sadar bahwa FACEBOOK dan social media lainnya adalah sebuah perusahaan yang secara tidak langsung menjual database kita. Dengan memberikan manfaat kita bisa bersosialisasi dan berinteraksi dengan jutaan orang di dunia maya, dengan sukarela kita akan memberikan database diri kita secara Cuma Cuma. Nama, tanggal lahir, jenis kelamin, tempat tinggal, hobi kita, alumni sekolah mana, buku favorit, film favorit dan lain2 kita serahkan dengan senang hati kepada facebook. Lalu facebook menjual database kita kepada para Pengiklan.

Hai para pengiklan, siapa target marketmu, berapa usianya, tinggal dimana mereka, hobinya apa?? SAYA punya jutaan data orang yang sedang kamu cari.. sini bayar SAYA maka akan SAYA tawarkan produkmu kepada orang orang yang sedang kamu cari, semakain tinggi biayamu beriklan maka akan SAYA tawarkan produkmu kepada lebih banyak orang lagi. Maka jika wall FB kita sering berseliweran iklan2 berarti kita adalah orang yang dipilih FB untuk ditawari produk atau jasa itu berdasarkan database yang pernah kita isikan dahulu.

Nah itulah betapa pentingnya database pelanggan atau database customer di zaman digital ini, karna dengan database tersebut kita bisa tawarkan berbagai macam produk sesuai dengan target market produk kita. Akan sangat rugi sekali jika bisnis sudah jalan namun tidak pernah peduli tentang database customernya.

Namun ternyata masih banyak sekali bisnis atau perusahaan yang tidak memiliki data customernya sehingga mereka tidak tau siapa customer terbesarnya, berapa usianya, tinggal dimana mereka sehingga ketika melakukan kegiatan marketing atau beriklan asal asalan, tidak tepat sasaran, tidak efektif dan efisien sehingga banyak menghabiskan anggaran namun hanya menghasilkan penjualan yang sedikit atau bahkan sama sekali tidak menghasilkan.

Selain database customer, banyak perusahaan yang tidak tau tentang database penjualan, pelanggan A sudah belanja berapa juta di bulan ini, siapa pelanggan yang sudah lama tidak datang dan siapa pelanggan yang beli terbanyak di bulan ini. Hal Ini terjadi juga pada perusahaan kami di bikinidcard.com, dimana kami tidak melek akan database pelanggan dan database penjualan kami, sehingga kami tidak tau apa yang harus kami lakukan untuk meningkatkan penjualan. Selain itu kami juga asal asalan melakukan kegiatan marketing yang tidak berdampak pada peningkatan penjualan.

Apa manfaat database ???

Misal anda bisnis barbershop, rata-rata orang cukur rambut 2bulan sekali, jika anda sudah mengetahui database pelanggan dan database penjualan maka setiap 2 bulan sekali anda bisa mengingatkan customer yang sudah 2 bulan tidak datang untuk melakukan cukur rambut untuk segera mencukur rambutnya agar penampilannya kembali rapi. Selain itu juga bisa ditawarkan jika membawa anak, teman atau saudara untuk cukur bersamanya akan mendapatkan diskon 10% misalkan, maka kemungkinan yang terjadi adalah akan datang 1 orang baru atau lebih yang akan melakukan cukur rambut Bersama customer yang telah anda hubungi karna adanya tawaran diskon.

Selain itu customer juga merasa diperhatikan oleh barbershop anda karena sudah mengingatkan bahwa rambut customer sudah Panjang dan tidak rapih lagi. Jika ini terus dilakukan ke pada setiap pelanggan anda maka mereka akan enggan untuk pindah ke barbershop lain walaupun harganya lebih murah dari pada tempat anda.